Langsung ke konten utama

Lima Cara Hidup Lebih Sehat

"hidup tak hanya diukur dari banyaknya jumlah nafas yang ditarik, tetapi dari berapa banyak momen yang membuat nafas tertahan" - Maya Angelou

Ujaran penulis kenamaan Amerika diatas hingga kini masih selalu digunakan sebagai pengingat bagi individu untuk tetap menghargai setiap moment yang terjadi dalam hidup. Terutama bagi orang-orang yang menganggap bahwa waktu 24 jam dalam sehari serasa kurang untuk bekerja sehingga lalai dengan sekelilingnya.

Selain kemampuan mengasah keterampilan untuk dapat melakukannya, kesehatan juga dibutuhkan demi terjaganya kualitas hidup dan produktivitas kerja. Pada kenyataannya, Organisasi Kesehatan Dunia mengungkapkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara di wilayah Asia Tenggara dengan harapan hidup paling rendah. Indonesia menduduki peringkat empat terbawah dari 10 negara Asean dengan usia harapan hidup rata-rata 69 tahun pada tahun 2011. Sebagai perbandingan, harapan hidup penduduk Indonesia ini satu dekade lebih pendek dari penduduk Hong Kong yang memiliki rata-rata harapan didup 82,2 tahun.

Jadi, maksimalkan hidup anda! Menjaga kesehatan adalah salah satu hal yang tidak bisa ditawar untuk menjalani kehidupan. Kuncinya adalah menjaga gaya hidup sehat.

Pertama, tidak merokok. Menurut New England Jurnal of Medicine, studi terbaru mengenai rokok mendapai bahwa perokok aktif mempersingkat harapan hidup selama 10 tahun.

Kedua, menjaga pola makan.  Makanan sehat dan rendah lemak mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, sekaligus meminimalkan radikal bebas. Berhenti makan saat 80% kenyang merupakan strategi yang tepat untuk terhindar dari obesitas.

Ketiga, batasi menonton televisi. British Journal of Sport melansir hasil studi yang dilakukan di Australia dengan mengatakan bahwa menonton televisi rata-rata enam jam sehari akan mengurangi harapan hidup 4,8 tahun dibandingkan mereka yang tidak menonton sama sekali. Kebiasaan menonton televisi terkait erat dengan peningkatan berat badan, kolesterol, tekanan darah, dan diabetes karena kebiasaan menonton televisi membuat seseorang menjadi kurang aktif bergerak.

Keempat, perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Mengkonsumsi buah dan sayuran dapat melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Mengkonsumsi buah dan sayuran dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung, kanker, diabetes, alzheimer, katarak, dan penurunan fungsi tubuh karena usia. Sebuah penelitian di Swedia juga mengungkapkan bahwa harapan hidup orang yang tidak mengkonsumsi buah dan sayuran rata-rata berkurang 3 tahun.

Kelima, olahraga. Ketika kita memiliki metabolisme yang baik, maka kita akan memiliki kesehatan yang baik pula. Metabolisme yang baik dapat diperoleh dengan olahraga rutin. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa olahraga adalah investasi kesehatan bagi hidup yang berkualitas. Seseorang yang melakukan olahraga rutin sebanyak 150 menit/minggu mendapat tambahan harapan hidup sebanyak 7 menit untuk setiap menit aktivitasnya.

Kesehatan adalah hal yang sangat penting, jangan hanya jadikan kesehatan sebagai wacana, lakukan sekarang, dan mulailah dari hal-hal yang kecil. Dan ini akan berpengaruh pada usia harapan hidup anda!


inspired: Kompas





lilo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Ulang Tahun Pendengar yang Baik

Ini acara sih sebenernya udah lama, lebih dari sebulan yang lalu. Tapi, aku pengen banget dan pakek harus ngepost acara ini di blog. Entah kapan! hahaha. Alhasil, baru sekaranglah waktu berpihak, jadi muncullah posting ini. 21 Oktober yang lalu, sahabat saya,  Bangun Widhi , yang suka marah-marah kalau aku panggil dengan sebutan "Pak Bangun" merayakan ulang tahun yang ke-23 (gak enak nyebut sebenernya). Acara ini adalah salah satu acara yang gagal sekaligus berhasil. Kejutannya mengecewakan. Gimana enggak, aku udah koar-koar bikin strategi kejutan plus ngumpulin bala bantuan, dan titah kejutan itu dibaca langsung sama sang korban, Bangun. Itu pertama. Kedua, tanggal 21 Oktober itu hari Senin. Pada hari Sabtunya, kita dapet kabar kurang baik tuh, si Bangun gak masuk gegara sakit akibat balap kuda dijalan (gak ding, canda!). Bangun habis kecelakaan dari motor dan nabrak orang. Nah, anak-anak udah ngerencanain buat kejutannya hari Selasa, mengingat pas hari Selasa

Mata Kecil itu, Kembali Pergi

Empat puluh, empat puluh satu, empat puluh dua! Yup akhirnya! Aku baru saja menyelesaikan anak tangga terakhir dilantai empat gedung D kampus. “Tira, capek”, erang Uti padaku sambil meremas lengan sebelah kananku. Memang bukan tantangan berat untuk menaiki lantai empat gedung tersebut, hanya saja jika itu dilakukan setiap kami akan masuk kelas, kerasa kan capeknya?? Belum lagi jadwal sholat yang belum keitung. Sontak aku dan Uti langsung duduk lesehan bersandarkan tembok didepan kelas sambil melahap botol air mineral yang kami bawa. “lungguh kene lo, cek gak panas”, ucap seorang cowok yang baru saja naik tangga dengan logat jawanya yang kental. Cowok itu langsung mendekat duduk disebelahku. Aku yang sibuk mengatur nafas tiba-tiba saja menoleh, melemparkan senyum. Dua temannya mengikuti, yang satu berwajah bersih, tinggi, dan badannya berisi, yang satu lagi kulitnya gelap dan lucu.
"alasan kenapa kita bisa melihatnya bersama adalah karena kita bersama. aku ingin melihat banyak hal bersamamu. bukan karena takdir, tetapi karena kita saling menjaga. biarlah seperti itu."  Seo In ha - Love Rain