Langsung ke konten utama

Selamat Ulang Tahun Tanteku Sayang


Selamat Ulang Tahun, Bunda Ucapkan
Selamat Panjang Umur Bunda Kan Do'akan
Selamat Sejahtera, Sehat Sentosa
Selamat Panjang Umur Dan Bahagia :* :*

semoga berkah umurnya
lancar rejekinya
dan semua yang diharapkan terkabul pada akhirnya
Bunda always always always love you :*

sebelumnya saya mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya buat Ferdy, Tama, Albert, dan Bayu yang dengan sadarnya telah meluangkan waktu buat nyiapin kejutan dan pesta mini buat Cindy :)
thankz a lot!!!!

maav ya, kasi kadonya ini aja tante :)
take pict rame-rame, gue yang jadi korban. akibatnya, gue gak ikutan nampang! huhu
tukang foto yang biasanya lagi pengen foto sama yang lagi ulang tahun.

Tama, Bayu, Albert, Tante, Ferdy!!!! (Curang, gak ada Bunda)
tante curang, take pict pertama bareng kuenya sama Albert. tapi emang dia belom tau juga sih. ya sebagai Bunda yang baik, biarkan mereka berdua bersenang-senang.

ciyeeee, bagus eeeuuyyy 
adduuuuuuuh, suka banget liat foto yang ini. sweet!!!! untung gak lagi sama Ferdy fotonya. tapi tetep aja gak bisa majang sesuka hati. makasih Tama untuk couple baju dan fotonya. Bunda sukaaaaa!!!!

couple loh ahaha ;) 
ahahahaha, akhirnya gue Lyla, sebagai orang yang d anggap sebagai Bunda, bisa foto berdua juga, hihihi. ini sih sebenernya mau bikin iri Sinta, yang gue dan Tante anggap sebagai Kakak yang lagi nun jauh disana. Semoga d tahun-tahun berikutnya bisa ngrayain bareng, Amiin :D

I love You Tante, Happy Milad ya :*
ini sih paparazzinya mau cari moment tersosweet nih!!!!

ini adalah awal pipi gue d kotorin sama pihak yang g bertanggung jawab

to tweet, d suap sama Tama. anak gue yang paling bontot hahaha
dan taraaaaaa, menurut gue ini yang paling ter so sweet di antara foto-foto sebelumnya, ahahaha. mesrah banget loh :p

widiiiih, d kaca ada apa.an tuh! ngeri >.<
and the last, this pict for my besties Ade, who have the same date for his birthday with Tante. I love you, I miss u Adeeeeee. nanti pas d Malang gue tagih traktirannya. Maafkan sahabatmu ini yang t mampu memberi apa-apa kecuali secuil kebahagiaan untukmu. :)

buat kamuu!!!
dan hari ini, 19 Desember 2012 gue menyatakan suksesssss buat acara kemaren!!!
terimakasih untuk someone yang telah memberikan saya kesempatan untuk melihat salah satu senyum tulus ujung bibir anda pada hari itu. 

lilo 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Ulang Tahun Pendengar yang Baik

Ini acara sih sebenernya udah lama, lebih dari sebulan yang lalu. Tapi, aku pengen banget dan pakek harus ngepost acara ini di blog. Entah kapan! hahaha. Alhasil, baru sekaranglah waktu berpihak, jadi muncullah posting ini. 21 Oktober yang lalu, sahabat saya,  Bangun Widhi , yang suka marah-marah kalau aku panggil dengan sebutan "Pak Bangun" merayakan ulang tahun yang ke-23 (gak enak nyebut sebenernya). Acara ini adalah salah satu acara yang gagal sekaligus berhasil. Kejutannya mengecewakan. Gimana enggak, aku udah koar-koar bikin strategi kejutan plus ngumpulin bala bantuan, dan titah kejutan itu dibaca langsung sama sang korban, Bangun. Itu pertama. Kedua, tanggal 21 Oktober itu hari Senin. Pada hari Sabtunya, kita dapet kabar kurang baik tuh, si Bangun gak masuk gegara sakit akibat balap kuda dijalan (gak ding, canda!). Bangun habis kecelakaan dari motor dan nabrak orang. Nah, anak-anak udah ngerencanain buat kejutannya hari Selasa, mengingat pas hari Selasa
"alasan kenapa kita bisa melihatnya bersama adalah karena kita bersama. aku ingin melihat banyak hal bersamamu. bukan karena takdir, tetapi karena kita saling menjaga. biarlah seperti itu."  Seo In ha - Love Rain

Mata Kecil itu, Kembali Pergi

Empat puluh, empat puluh satu, empat puluh dua! Yup akhirnya! Aku baru saja menyelesaikan anak tangga terakhir dilantai empat gedung D kampus. “Tira, capek”, erang Uti padaku sambil meremas lengan sebelah kananku. Memang bukan tantangan berat untuk menaiki lantai empat gedung tersebut, hanya saja jika itu dilakukan setiap kami akan masuk kelas, kerasa kan capeknya?? Belum lagi jadwal sholat yang belum keitung. Sontak aku dan Uti langsung duduk lesehan bersandarkan tembok didepan kelas sambil melahap botol air mineral yang kami bawa. “lungguh kene lo, cek gak panas”, ucap seorang cowok yang baru saja naik tangga dengan logat jawanya yang kental. Cowok itu langsung mendekat duduk disebelahku. Aku yang sibuk mengatur nafas tiba-tiba saja menoleh, melemparkan senyum. Dua temannya mengikuti, yang satu berwajah bersih, tinggi, dan badannya berisi, yang satu lagi kulitnya gelap dan lucu.